SEKILAS INFO
: - Sabtu, 17-04-2021
  • 1 minggu yang lalu / Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2021-2022 Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bisa diunduh pada website sman1batu.sch.id. Terimakasih.
  • 1 minggu yang lalu / VISI SMA NEGERI 1 BATU “Terwujudnya Sekolah Unggul Berlandaskan Iman dan Takwa Serta Berbudaya Lingkungan”
batu narkoba bnn pelajarKOTA BATU – Penelusuran penyalahgunaan narkoba mulai menyisir kalangan pelajar. Siang kemarin, sebanyak 375 siswa-siswi SMAN 1 Kota Batu menjalani pemeriksaan tes urine untuk mengetahui ada tidaknya penyalahgunaan narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu.

Edi Hari Adi Kartika, kasi Pencegahan dan Pemberantasan BNN Kota Batu mengatakan, pelaksanaan tes urine bagi pejalar itu untuk menyelamatkan generasi muda dari pengaruh penyalahgunaan narkoba. Dia juga mengatakan kalangan pelajar menjadi bidikan karena tergolong yang rawan dan rentan terhadap tindakan penyalahgunaan narkoba. ”Mereka ini kalangan pelajar dan remaja pada umumnya sangat rawan terpengaruh penyalahgunaan narkoba,” kata dia.

Jikalau ada yang terindikasi menyalahgunakan narkoba, maka pihaknya akan segera merehabilitasi. Harapannya, bisa terlepas dari kecanduan serta tidak menular kepada yang lainnya.

Saat ini BNN sedang merehabilitasi 35 orang dengan berbagai kasus. Orang-orang yang sedang dalam rehabilitasi itu di antaranya terjaring dari pelaksanaan tes urine yang telah dilakukan BNN. Sebagian lagi juga karena ada yang ingin terlepas dari penyalahgunaan narkoba. ”Upaya pencegahan dan penanganan secara  dini terus kami lancarkan,” kat adia.

Rencananya, setelah melangsungkan pemeriksaan tes urine di SMAN 1 Kota Batu, akan dilanutkan pada lembaga pendidikan lainnya. Tes urine yang berlangsung siang kemarin hanya diikuti oleh siswa ajaran baru. Setiap siswa dikenakan biaya Rp 50 ribu untuk membeli alat tes urine. ”Ini sangat terjangkau, sehingga tidak membebani wali murid dan siswa. Harga itu sangat murah, dibandingkan dengan tes urine sendiri di luar BNN dengan sekitar Rp 200 ribu,” kata dia.

Sementara itu, salah seorang siswa Devita Kristin mengatakan tidak takut melakukan tes urine. Sebab yakin tidak melakukan penyalah gunaaan narkoba. ”Kalau kita benar, mengapa harus takut tes urine,” kata Kristin. (asa/yak)

TINGGALKAN KOMENTAR