SEKILAS INFO
: - Jumat, 14-05-2021
  • 1 bulan yang lalu / Hasil seleksi tahap 1 dapat dilihat pada hari Jumat, 7 Mei 2021 pkl 08.00 wib. Silahkan pilih kab/kota sekolah tujuan kemudian login dengan menggunakan nisn dan pin pada menu
  • 1 bulan yang lalu / VISI SMA NEGERI 1 BATU “Terwujudnya Sekolah Unggul Berlandaskan Iman dan Takwa Serta Berbudaya Lingkungan”
Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah, Anies BaswedanMEDAN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menegaskan mulai tahun ajaran 2015, hasil atau kelulusan Ujian Nasional 100 persen ditentukan oleh masing-masing sekolah dan diharapkan sekolah berlaku jujur untuk kepentingan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Pelaksanaannya (UN) tetap. Hasilnya saja yang ditentukan oleh pihak sekolah masing-masing,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) di Medan, Sabtu (10/1).
Dia mengatakan itu pada acara Seminar Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 yang digelar Harian Waspada dalam kaitan memperingati HUT harian itu yang ke-68.
Bersama mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang juga jadi pembicara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu berbicara dengan tema Revolusi Mental Bidang Pendidikan Menyongsong MEA.
Anies Baswedan mengaku meski hasil kelulusan UN sudah dinyatakan ditentukan 100 persen oleh sekolah, dewasa ini detil lainnya seperti soal UN masih dibahas.
“Sekarang ini yang sudah saya nyatakan adalah soal keputusan bahwa hasil kelulusan UN 100 persen akan ditentukan masing-masing pihak sekolah. Sedangkan detil lainnya, 10 hari lagi akan saya umumkan karena masih dalam tahap pembahasan,” katanya didampingi Gubernur Sumut H Gatot Pujo Nugroho.
Menurut dia, soal kejujuran hasil UN perlu mendapat perhatian besar dari pihak sekolah karena UN menjadi cerminan kesuksesan.
Menteri mengakui apabila dilihat dari ranking UN, Sumut memang dalam kondisi berat.
“Tetapi tetap harus jujur sembari terus meningkatkan kualitas siswa. Pendidikan menjadi hal yang krusial apalagi kita berada di era global seperti memasuki MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN),” katanya.
Anies menegaskan, dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan siswa, peningkatan mutu guru juga harus diutamakan.
“Percuma saja mengganti-ganti kurikulum, kalau kualitas gurunya tidak ditingkatkan,” katanya.
Dia mengibaratkan dengan menembak. “Peluru baguspun, kalau penembaknya tidak dilatih/berlatih. Itu sama saja,” ujarnya.
Anies menegaskan, guru bukan hanya mengajar dan mendidik, tetapi juga harus bisa menginspirasi siswa.
Selain guru, peran orangtua juga sangat berperan menghasilkan siswa berkualitas.
“Dari orangtua dan guru, karakter atau akhlak murid terbentuk. Karakter dan akhlak menentukan bagaimana nantinya anak-anak ke depannya,” katanya.
Pemerintah sendiri dewasa ini sudah menerapkan komponen pendidikan pada karakter atau sebesar 70 persen khususnya di tingkat pendidikan sekolah dasar.
Penulis: /YUD
Sumber : Antara

TINGGALKAN KOMENTAR